Jangan gunakan DNS standart bawaan browser! karena hal itu dapat menghambat aksesmu , Segera ganti DNS Browser kamu agar dapat menikmati kemudahan akses. Lihat caranya di laman facebook Novel Indonesia Terbaik. Pengen tanpa iklan? langganan yuk , kini bisa di bayar belakang! Caranya klik MENU di pojok kanan atas - pilih pages - kemudian pilih Pricing dan silahkan pilih paketnya sesukamu.

Aku Seorang Pekerja Lapangan


Sesampainya di kantor ternyata saya sudah di tunggu oleh Bos yang bernama Bpk Rudi yang umurnya sudah menginjak 50 tahun, maka saya langsung ke ruangan pak Rudi. Pak Rudi menyuruh saya besok jalan bersama marketing yang baru kerena beliau ingin memberi tau kalau marketing harus mencari calon konsumen ya baik dan tidak mau asal.

” Haikal, besok kamu jalan sama anak marketing yang baru ini terus sekalian ajarin cara mencari calon konsumen gimana dan cara menawarkan barang kita, Gimana kamu siap kan?”. Tanya Pak Rudi

” Ok pak,, tapi besok pagi saya mau ke tempat konsumen atas nama pak Joko buat ambil dokumen sekalian minta tanda tangan.” Jawab saya

” Ok kalau begitu besok kamu setelah ambil dokumen langsung laporan ke saya gimana hasilnya dan besok kamu bawa mobil kantor.” Jawab pak rudi

” Ok pak, tapi ada uang jalan dan bensin kan pak?”. Tanya saya kembali

” Oh,, kalau masalah itu besok minta sama bagian admin terus bilang kamu di suruh sama saya.”

” Siaapp,, Bapak bos.” Jawab saya penuh semangat.

“Oh iya kenalin ini marketing baru kita yang ini namanya Desi terus yang ini Susi yang ini namanya Suci yang ini namanya Gunawan dan yang terakhir Yogi.”

Pak Rudi memperkenalkan masing-masing nama marketing yang besok ikut dengan saya.
Setelah pak rudi memperkenalkan marketing baru akhirnya saya pamit untuk melanjutkan survey.
Saya pun pergi lagi dari kantor dan melanjutkan survey tanpa ada kejadian yang menarik sama seperti saat survey yang lain dan setelah menjelang sore saya kembali ke kantor lagi untuk memberi laporan kepada bos hasil survey saya hari ini. Setalah membeli analisa dan laporan saya, saya pun pulang ke rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor kira-kira 6 km jarak nya dari rumah saya ke kantor.
Keesokan harinya saya berangkat lagi kekantor 07.30 untuk absen, setelah absen saya mencari warung kopidan tidak terasa jam menunjukan jam 08.00. Saya pun kembali ke kantor lagi serta mencoba menghubungi ibu fani untuk menanyakan dokumen yang harus di tanda tangan suaminya.

” Selamat Pagi ibu Fani, ini saya Mas haikal mau nanya masalah dokumennya uadah di tanda tangan sama suami belum?”.

” Oh iya mas haikal, dokumennya udah di tanda tangan terus suami juga baru aja jalan kerja.” “Mau di ambil jam berapa mas?.”

“Oh ya sudah kalau begitu saya ambil sekarang aja karena mau sekalian saya laporkan hasil nya sama Bos.”

“Kalau begitu mas langsung kesini ambil dokumennya”.

Telpon pun langsung saya matikan dan langsung pergi ke tempat bu fani dengan jantung berdebar lebih cepat karena akan ada pertualangan apa lagi nanti.

Saya pun memacu motor supra x tahun 2007 saya dengan cepat, dan setalah ±10 menit saya sampai di tempat bu fani. Saya pun mengetuk pintu rumah bu fani setalah 2 menit menunggu dari dalam ada suara yang menyuruh saya masuk.

“Maaf siapa ya?” Suara wanita yang bertanya tidak bukan itu suara bua fani.

“Ini saya bu, haikal dari PT. Biru.” Saya menjawab pertanyaan tadi

“Oh, Mas haikal masuk aja mas pintunya tidak di kunci.” Jawab nya

Saya pun masuk dan tidak lupa memasukan motor saya begitu juga saya tidak lupa menutup pintu gerbang.

“Permisi,,” saya sambil membuka pintu rumah
Ternyata bu fani sedang memberi sarapan anak nya.

“Cepat sekali sampenya mas, padahal saya belum selesai suapin anak saya,”

“Ah biasa aja kok fan, tenang aja saya tungguin.”
Saya pun duduk di ruang tamu sambil menunggu bu fani selesai menyuapi anaknya.

“Mas haikal tunggu sebentar ya saya mau antar anak saya ke tetangga soal nya mau main sama temannya katanya”.

“Ok bu fani.” Jawab saya

Lama menunggu akhirnya bu fani datang tapi tidak langsung duduk menemani saya tapi langsung ke dapur kata nya sih mau membuatkan saya minum.

“Ini mas haikal minum nya, dan ini dokumen nya terus ini titipan dari suami saya.” Bu fani membawa minuman dan memberikan amplop kecil katanya sih dari pak joko. Saya tidak tau isinya palingan duit sogokan biar akad kredit nya di terima.

“Oh iya makasih fan,,.” Jawab saya

Bu fani duduk di sebelah saya sambil mengelus-ngelus paha saya dari balik celana panjang saya. Sebuah kode ajakan yang di buat bu fani membuat si otong bangun apa lagi bu fani masih memakai baju tidur yang ada kancing bajunya serta memakai celana tidur yang pendek membuat bagian paha mulus bu fani telihat jelas oleh saya. Karena tidak bisa menahan godaan bu fani akhirnya saya pun mencium bibir bu fani sambil memainkan lidah saya di dalam mulut nya, begitu juga dengan tangan saya yang tidak mau kalah aktif dengan tangan bu fani yang sudah berpindah mengelus otong saya dan tangan yang satu nya membuka kemeja saya. Tangan kanan saya juga mengelus paha bu fani sampai pangkal paha bu fani dan tangan kiri saya membuka 3 kancing baju tidur nya bu fani sambil berusaha meremas payudarah dan menaikan BH nya yang berwarna krem.

“Fan, tadi kamu bilang apa sama tetangga pas anak kamu titipin?.” Tanya saya karena mau memastikan takut nanti tiba-tiba sedang hot-hot nya tetangga bu fani datang mengantar anaknya.

“Tenang aja mas, tadi saya bilang kalau saya mau beres-beres rumah karena mau ada orang yang survey ke rumah.” Jawab bu fani dengan santai karena tetangga nya sudah biasa dititipin anak nya kalau lagi ada perlu.

Setelah itu bu fani mengajak pindah main ke kamar nya dengan mengandeng saya. Sesampainya di kamar bu fani langsung melucuti semua pakaian nya sehingga sekarang bu fani telanjang di hadapan saya. Begitu juga saya membuka semua pakaian saya hingga saya juga telanjang di hadapan bu fani.
Karena kami sudah sama-sama telanjang kami pun berpelukan sambil melakukan ciuman mesra seperti suami istri yang sedang ingin memulai ritual persetubuhan.

Saya pun merebahkan bu fani ke tempat tidur sabil menindih dari atas, setelah itu saya menjilat toket nya sambil sesekali memainkan pentilnya yang sudah mengeras menandakan kalau bu fani sudah mulai horni.

“Ahhhhhhhh,,, Mmmm,, Mmmaaaaassssss,,”

“Terus mas, iya di situ jilat terus masss,,”

“Ahhhhh,,,Uuhhhh,,,”

Setelah puas memainkan toket nya bu fani jilatan lidah saya mulai turun ke perut perlahan turun lagi ke bagian sensitif nya bu fani, saya menjilat vagina nya sambil memainkan klitoris nya yang membuat vaginanya menjadi basah. Bu fani pun menggerakkan pinggulnya karena merasa nikmat sembari tangannya berusaha membenamkan kepala saya ke arah selangkangannya membuat aroma khas vagina bu fani tercium oleh hidung saya.

Bu fani juga tidak mau kalah dia meminta kepada saya berganti posisi jadi 69 dengan posisi kami tidur dengan sedikit miring saling merangsang pasangan.
Setelah beberapa lama saya pun bangun dan meminta bu fani membuka lebar paha nya sambil saya juga memasukkan si otong ke lubang vagina bu fani yang sudah basah dengan memompa dengan tempo perlahan sambil kedua tangan saya memainkan payudarahnya bu fani.

“Aaaaahhhhh,,, Ahhhhhh,,,, oooohhhhh”

“Massss haikaaalll”

Bu fani pun mulai berkicau dengan tidak karuan sambil berusaha menahan nikmatnya dengan meringis dan menggigit bibir bagian bawah nya.

“Gimanaaa saaayyyaaang eeennaak tiidaakkk?” Tanya saya kepada fani karena melihat dia menikmati sekali genjotan saya.

“Aaaahhhhhh,,, Mmmmm,,, Ahhhhh,,,”

“Ennnaaakk Masssss” Dengan napas yang sedikit tak beraturan bu fani pun menjawab sambil menyilangkan kaki nya di belakang saya dan tangannya di silangkan di leher saya
Setelah ±10 menggenjot saya merubah posisi badan bu fani sedikit miring dan kaki kanan bu fani saya angkat ke atas berada di depan badan saya dan kaki kiri saya suruh lurus dan saya mulai menggenjot lagi dengan tempo sedang sambil mencoba menjilat payudarah sebelah kanan dan tangan kiri saya sambil meremas payudarah sebelah kiri.

“Aaaahhhh,,, Ahhhh,,, Oohhhh,,, Mmmmmm,,”

“Aaaaahhh,, Ahhhhh,,, Aahhhh,,, Mmmmm,,,”

“Ohhhh,,, Mmmmaaaassss Haaaaiiikaaaalll,,”

Bu fani mulai mengoceh tidak karuan dengan napas seperti orang yang lagi lagi marathon dan mengerang dengan hebat. Ternyata bu fani sudah mencapai klimaks nya yang kedua kali.

Setelah ±5 menit di posisi seperti ini bu fani meminta berganti posisi karena dia tahu kalau saya belum klimaks. Sekarang posisi bu fani di atas dan saya sekarang berbaring di kasur sambil menaik turunkan vagina nya di atas otong saya dia menjilat puting saya yang membuat saya merasa geli-geli nikmat gitu.

Tidak bisa tahan dengan perlakuan bu fani terhadap saya akhirnya saya pun tidak bisa menahan klimaks saya.

“Faaannn, aku sudah mau sampai nih.”

“Iya mas, fani juga mau sampai.”

“Aaaahhhhh,,,”

Akhirnya saya pun menyemburkan sperma saya ke rahim bu fani. Setelah itu bu fani tergeletak di sebelah saya dengan bercucuran keringan serta napas yang tidak teratur.

Kami pun istirahat dan mencoba mengatur napas yang sudah tidak teratur, bu fani beranjak dari tempat tidur dan masuk kamar mandi untuk membersihkan sisa sperma yang ada di vagina nya selesai dari kamar mandi bu fani membawa baju kotor untuk membersihkan sisa sperma yang ada di tempat tidur nya.

Saya pun bangun mengambil semu pakaian saya dan memasuki kamar mandi untuk mencuci si otong dan memakai semua pakaian saya.

Setelah memakai pakaian saya, saya kembali ke ruang tamu untuk menunggu bu fani yang belum keluar dari kamar nya. Saya pun meminum air yang tadi di suguhkan sama bu fani sambil nenyalakan rokok saya.

Lama menunggu akhirnya bu fani keluar dari kamar tapi tidak menggunalan pakaian tidur lagi tapi menggunakan baju santai dengan lengan pendek dan celana pendek setengah paha nya yang mulus.

“Hai fan, kamu tetap cantik pakai baju seperti itu kaya anak ABG umur 20 tahun yang mau jalan ke MALL sama pacar nya, hehehe,,” canda saya ke bu fani karena memakai pakaian seperti ABG.

“Ahh, kamu bisa aja mas.” Jawab bu fani sambil berjalan menghampiri saya yang sedang duduk bu fani mencium pipi saya dan mencubit pipi saya yang sebelah nya.

Kami pun mengobrol dan saya pun pamit untuk kembali ke kantor karena sudah janji sama bos mau training anak marketing baru.

Sesampainya di kantor saya pun mulai siap-siap untuk berangkat membawa anak marketing baru untuk perkenalan cara mencari calon konsumen. Dari marketing yang saya bawa jalan di dalam mobil ada salah satu marketing yang saya perhatikan sangat menarik perhatian saya nama nya desi asli jawa barat umur nya 18 tahun dia baru lulus SMA dan tidak punya biaya untuk lanjut kuliah disini dia tinggal bersama kakak nya yang sudah menikah. Dan kebetulan dia duduk di sebelah saya.

Sebulan setelah saya mentraining anak marketing baru ternyata desi juga sering mengobrol dengan saya malah terkadang saya survey dia ikut kata nya sih pengen tau kalau survey konsumen tuh kaya gimana.

(Bersambung)

0 Komentar

Awal baca udah kena iklan? sekarang makin banyak yang udah Pakai paket web novel premium. Klik Disini untuk memesan.

Jangan sampai saat membaca novel kena iklan mulu , ribet kan? yuk langsung klik link nya dan pilih paket sesukamu! Pilih Paketnya Disini